Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saham Facebook dan Twitter Anjlok Usai Unilever Boikot Iklan

Saham Facebook dan Twitter Anjlok Usai Unilever Boikot Iklan Unilever. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Saham Facebook dan Twitter turun lebih dari 7 persen pada perdagangan Jumat (26/6), setelah Unilever mengatakan akan menarik iklannya dari perusahaan media sosial untuk sisa tahun ini. Keputusan perusahaan didorong oleh kekhawatiran atas ujaran kebencian dan konten memecah belah pada di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

"Mengingat Kerangka Tanggung Jawab kami dan atmosfer yang terpolarisasi di AS, kami telah memutuskan bahwa mulai sekarang hingga setidaknya akhir tahun, kami tidak akan menjalankan iklan merek di platform newsfeed media sosial Facebook, Instagram dan Twitter di AS," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN, Minggu (28/6).

"Terus beriklan di platform ini saat ini tidak akan menambah nilai bagi masyarakat dan masyarakat. Kami akan terus memantau dan akan meninjau kembali posisi kami saat ini jika perlu."

Keputusan perusahaan itu didorong oleh kekhawatiran atas pidato kebencian dan konten memecah belah pada platform. The Wall Street Journal adalah yang pertama melaporkan berita tersebut.

"Berdasarkan pada polarisasi saat ini dan pemilihan yang kita miliki di AS, perlu ada lebih banyak penegakan di bidang pidato kebencian," kata wakil presiden eksekutif Unilever media global, Luis Di Como dalam sebuah wawancara.

Merek Lain

saham facebook dan twitter anjlok usai unilever boikot iklanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebagian besar merek lain yang telah mengumumkan boikot iklan di Facebook mengatakan mereka akan menangguhkan iklan untuk bulan Juli, atau setidaknya hingga akhir Juli.

Menyusul Unilever, Procter & Gamble (P&G) yang merupakan pengiklan terbesar di dunia, mengatakan akan menarik iklan dari platform yang menampilkan konten kebencian atau diskriminatif.

Sementara itu, VP of Global Client Solutions Twitter, Sarah Personette mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membangun platform yang aman yang juga memperkuat suara dari komunitas yang kurang terwakili dan kelompok yang terpinggirkan.

"Kami menghormati keputusan mitra kami dan akan terus bekerja dan berkomunikasi secara dekat dengan mereka dalam waktu dekat," kata Personette.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP