Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saham Boeing Terjun Bebas Usai Kecelakaan Pesawat China Eastern Airlines

Saham Boeing Terjun Bebas Usai Kecelakaan Pesawat China Eastern Airlines Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Pesawat China Eastern Airlines dengan 132 penumpang dan kru dilaporkan jatuh di sebuah pegunungan di wilayah Guangxi selatan, China pada Senin (21/3) waktu setempat. Kejadian ini turut menyeret harga saham Boeing Co yang melantai di bursa saham New York.

Melansir CNBC Internasional, harga saham perusahaan produsen pesawat terbang Boeing Co anjlok sebesar 8,10 persen di perdagangan pre-market Senin (21/3) waktu setempat. Pada pukul 17.45 WIB, saham Boeing amblas di sesi pre-market ke USD 177,22/saham.

Sejak awal tahun year to date (yt), saham Boeing masih minus 4,22 persen. Adapun, kapitalisasi pasar saham Boeing mencapai USD 13,84 miliar. Hal ini imbas beberapa sentimen yang dialami oleh Boeing.

Adapun pesawat Boeing 737-800 tersebut diketahui dalam perjalanan dari kota Kunming ke Guangzhou, menurut otoritas penerbangan setempat. Menurut laporan media lokal, petugas penyelamat sejauh ini tidak menemukan tanda-tanda orang yang selamat dalam kecelakaan itu.

Data Flightradar24 mengungkapkan, pesawat Boeing 737-800 itu berusia enam tahun. Dalam sebuah pengumuman online, Civil Aviation Administration of China (CAAC) mengatakan bahwa penerbangan Boeing 737 hilang kontak udara di kota Wuzhou di wilayah Guangxi.

"Saat ini, telah dikonfirmasi bahwa penerbangan ini jatuh," terang CAAC.

Perintah Xi Jinping

Presiden China, Xi Jinping memerintahkan upaya "habis-habisan" untuk mencari dan menyelamatkan para penumpang pesawat China Eastern Airlines yang jatuh pada Senin, seperti dilaporkan televisi pemerintah.

Pesawat Boeing 737 itu membawa 133 penumpang dan dilaporkan jatuh di daerah pedesaan dekat kota Wuzhou, wilayah Guangxi.

Dilansir Reuters, Xi mengungkapkan dia sangat syok mendengar berita jatuhnya pesawat tersebut dan menginstruksikan para pejabat segera meluncurkan tanggap darurat.Presiden Xi juga memerintahkan penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut secepatnya.

Perdana Menteri China, Li Keqiang juga menginstruksikan pejabat tidak mengesampingkan upaya pencarian korban selamat dan memberikan bantuan serta menenangkan para keluarga korban.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP