Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat melancong, Jutawan pun masih mencari hotel gratis internet

Saat melancong, Jutawan pun masih mencari hotel gratis internet ilustrasi orang kaya. shutterstock.com

Merdeka.com - Para jutawan dinilai masih menempatkan akses internet gratis sebagai pertimbangan utama dalam menentukan tempat menginap.

Demikian kesimpulan hasil studi Resonance Consultancy terhadap kebiasan satu persen orang terkaya dan lima persen orang kaya dalam bepergian. Studi tersebut bertajuk: 2016 U.S Luxury Travel Report.

Adapun definisi satu persen orang terkaya itu memiliki pemasukan tahunan lebih dari USD 400 ribu atau berharta bersih senilai USD 8 juta. Sementara, lima persen orang kaya didefinisikan memiliki pemasukan tahunan USD 200 ribu atau harta bersih senilai di atas USD juta.

Firma tersebut mengambil sampel sebanyak 2.391 pelancong di Amerika Serikat. Sekitar 724 responden diantaranya termasuk golongan satu persen terkaya.

Dilaporkan, sebanyak 51 persen dari responden golongan orang terkaya menganggap akses internet gratis sebagai "extremely important". Sedangkan 66 persen responde golongan lain menganggap "very important".

Sementara, banyak pengelola hotel mahal menetapkan biaya tambahan untuk akses internet. Sebab, mereka sudah memerkirakan bahwa kebanyakan konsumennya adalah pebisnis atau orang kaya tak sungkan merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan fasilitas tambahan.

"Ini inkonsistensi yang menyolo di bisnis hotel. Sejujurnya, itu merupakan pendekatan bodoh dalam berbisnis," kata Henry Harteveldt, Konsultan Perjalanan Atmosphere Research Group, San Francisco, seperti dilansir Bloomberg, kemarin.

Di luar akses internet gratis, studi tersebut menempatkan privacy dan kolam renang sebagai pertimbangan selanjutnya dalam memilih hotel. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP