Saat Jokowi lebih ambisius dari SBY
Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mencetuskan proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam kurun waktu lima tahun ke depan untuk mengatasi krisis listrik di dalam negeri. Target ini diakui Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo cukup berat.
Kendala utama mega proyek ini ialah pembebasan lahan dan perizinan. Selain itu, proyek ini juga membutuhkan dana besar. Kebutuhan investasi untuk proyek itu diproyeksi Bappenas mencapai Rp 545 triliun.
Target Jokowi dalam lima tahun ke depan untuk sektor kelistrikan ini memang terbilang cukup ambisius. Pasalnya, jika menilik prestasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam 10 tahun kepemimpinannya hanya mampu membangun pembangkit listrik dengan total daya 25.000 MW. Sementara Jokowi hanya menargetkan lima tahun.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional era SBY, Armida Alisjahbana. "25.000 MW dibangun selama masa Presiden SBY, 10 tahun terakhir. 43.000 MW harus dibangun 10 tahun ke depan," ujar Armida di Gedung BPPT, Jakarta.
Pemerintah Jokowi langsung bergerak cepat. Pihaknya membentuk sebuah tim khusus percepatan pembangunan listrik yang dikepalai oleh mantan bos Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji. Nur Pamudji akan dibantu oleh Agung Wicaksono dari UKP4.
"Pak Nur sangat banyak pengalaman di PLN. Mengalami tantangan tantangan mengelola secara nasional. Sedangkan, Agung Wicaksono di UKP4 terbiasa pengelolaan bottlenecking dan hambatan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan delapan strategi untuk mengakselerasi realisasi mega proyek ini. Apa saja strategi itu? (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya