Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat Earth Hour, beban listrik Sumatera justru meningkat

Saat Earth Hour, beban listrik Sumatera justru meningkat Situasi perkantoran saat momen earth hour di Ibu Kota Jakarta. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memantau proses pemanfaatan listrik di seluruh Indonesia saat gerakan Earth Hour berlangsung tadi malam, Sabtu (29/3). Bila pemanfaatan listrik di Jawa dan Bali menurun, sebaliknya, konsumsi listrik di Sumatera justru melonjak.

Data ini diungkapkan Manajer Senior Komunikasi Korporat PL PLN (Persero), Bambang Dwiyanto kepada merdeka.com, Minggu (30/3). Tapi dia tidak merinci persentase kenaikan tersebut.

"Hal ini kemungkinan karena pada minggu ini terdapat tambahan pasokan ke sistem kelistrikan Sumatera, setelah sebelumnya beberapa pembangkit mengalami pemeliharaan," ujarnya.

Beberapa daerah yang penggunaan listriknya meningkat, semisal kawasan wisata Batam. Bambang menilai, maraknya aktivitas turis di libur panjang pekan ini turut menggenjot pemanfaatan listrik.

Di luar itu, adanya gerakan sosial menghemat listrik seperti Earth Hour didukung oleh PLN. Alasannya, pembangkit yang sehari-hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, bisa diistirahatkan sejenak, terutama pembangkit yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM). 

"Artinya PLN akan dapat melakukan penghematan dan efisiensi biaya bahan bakar," kata Bambang.

Dari perhitungan sementara, PLN melihat gerakan Earth Hour tadi malam cukup signifikan menurunkan konsumsi listrik di Jawa-Bali. Dengan asumsi daya 507 Mega Watt (MW) berbiaya Rp 2.000 per KwH tak terpakai selama satu jam, artinya Badan Usaha Milik Negara ini menghemat Rp 1,01 miliar.

Gerakan Earth Hour pertama kali dicetuskan oleh lembaga nirlaba World Wildlife Fund (WWF) cabang Australia dibantu praktisi periklanan Leo Burnett, sebagai solusi menanggulangi masalah perubahan iklim yang semakin parah. 

Perjuangan WWF membuahkan hasil gemilang, setelah 192 negara pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, empat tahun lalu setuju mengadakan kampanye Earth Hour di seluruh dunia. Earth Hour 2011 adalah Earth Hour pertama yang melampaui waktu pemadaman satu jam.

Setiap akhir Maret, Earth Hour diperingati di Indonesia dengan kampanye mematikan lampu di banyak kantor pemerintahan di berbagai kota di Indonesia pada pukul 20:30-21:30. Kampanye juga dilakukan pada semua masyarakat di mana pun berada. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP