Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia-Ukraina Memanas, Ini yang Perlu Dilakukan Investor Pasar Modal

Rusia-Ukraina Memanas, Ini yang Perlu Dilakukan Investor Pasar Modal IHSG di BEI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina, pasukan Rusia mulai menyerang wilayah Ukraina. Serangan mulai terjadi ketika Dewan Keamanan PBB sedang menggelar rapat darurat untuk membahas krisis Rusia-Ukraina.

Kondisi tersebut memberikan dampak secara tidak langsung pada bursa saham internasional dan nasional. Lalu apa yang harus dilakukan investor?

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera (KHS) Andhika Cipta Labora mengatakan, kondisi geopolitik rusia dan ukraina yang memanas tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Dari segi fundamental perang dapat membawa kontribusi positif bagi Indonesia, karena Indonesia merupakan penghasil komoditas terbesar di dunia.

"Sebaiknya para pelaku pasar untuk menghindari saham-saham yang memiliki market cap besar yang bisa menjadi penekan indeks," kata Andhika, Jakarta, Kamis (24/2).

Lalu juga para pelaku pasar bisa mencermati saham-saham di sektor komoditas, karena dengan adanya perang akan menaikkan harga komoditas.

Sementara itu, melemahnya IHSG dan mayoritas indeks Asia pada hari ini karena disebabkan oleh memanasnya hubungan Russia dan Ukraina yang membuat para pelaku pasar menjadi khawatir.

Kondisi Rupiah Terhadap USD

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di level Rp14.391 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.337 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah direntang Rp14.370 hingga Rp14.420 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, USD menguat terhadap mata uang lainnya, setelah Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Rusia mengirim pasukan ke Ukraina timur. Separatis di Donbass Ukraina (Donbas) meminta bantuan Rusia dalam memukul mundur agresi.

"Ukraina menanggapi dengan mengumumkan wajib militer dan keadaan darurat," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Kamis (24/2).

(mdk/ags)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP