Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusdi Kirana borong Boeing terbaru untuk Lion dan Malindo

Rusdi Kirana borong Boeing terbaru untuk Lion dan Malindo Rusdi Kirana. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Maskapai Lion Air akan mengoperasikan empat pesawat berbadan sedang seri terbaru dari Boeing, yaitu Boeing 737 Max 8 tahun ini.

Pendiri Lion Group, Rusdi Kirana menegaskan, pihaknya akan mendatangkan empat unit pesawat anyar tersebut untuk Lion Air dan empat unit untuk Malindo Air yang bermarkas di Malaysia pada tahun ini.

"Tahun ini kan empat di Malaysia dan empat di Indonesia datang untuk Lion," katanya seperti ditulis Antara, Senin (22/5).

Tak berhenti di situ, tahun depan juga akan didatangkan lagi Boeing Max 9 sebanyak 16 unit pesawat yang akan dioperasikan oleh Lion Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Luon Air. "Tahun depan Lion Air yang menjadi maskapai pertama yang pakai Boeing 737 9 Max, jadi delapan kita kasih ke Malindo, delapan kita kasih ke Lion," katanya.

Rusdi menegaskan, kedatangan pesawat baru tersebut untuk mendukung operasi Lion Group di mana salah satunya, yaitu Batik Air mulai menerbangi Bali-Perth Juni tahun ini, selain itu juga rute Kuala Lumpur-Bali.

"Max untuk di Indonesia itu untuk Internasional dulu. Di Juli kita terbang Bali-Shanghai sama Manado-Sianghai itu pakai Max 8,"katanya.

Dia menuturkan kedatangan perdana Boeing 737 8 Max di Kuala Lumpur karena pihaknya sebagai pembeli pertama pesawat berbadan sedang seri terbaru dari Boeing tersebut.

Selain itu, dengan menggunakan pesawat tersebut pihaknya bisa menghemat biaya operasi untuk bahan bakar sebesar 14 persen dari seri pesawat berbadan sedang Boeing NG 737, 20 persen dari Boeing 737NG (1998 EIS) dan sembilan perseb dari A320neo.

Pasalnya, bahan bakar merupakan komponen terbesar dari biaya operasional penerbangan yang kontribusinya mencapai 40 persen.

Artinya, Rusdi menjelaskan, dari sekitar 30.000 liter avtur yang terpakai untuk satu pesawat dalam sebulan, pihaknya bisa menghemat sekitar 300 liter avtur. Hal itu, menurut dia, meningkatkan daya saing karena bisa berpengaruh ke harga tiket.

"Kalau satu jam dia kurang 300 liter, ya nanti bisa disesuaikan saja sama harga minyak dunia, kalau misalnya satu liter satu dolar, sebulan kurang bisa 30.000 dolar, karena penghematan bahan bakar sebulan pakai pesawat ini bisa 30.000 liter," katanya.

Rusdi menegaskan, semua itu untuk mencapai target penumpang Lion Group sebanyak 60 juta penumpang setahun hingga akhir 2017 atau meningkat dari 50 juta penumpang pada 2016.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP