Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah terus melemah, JK berkilah ekonomi telah dilonggarkan

Rupiah terus melemah, JK berkilah ekonomi telah dilonggarkan Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat didominasi karena pengaruh global. Padahal, kata dia, pemerintah telah melakukan kelonggaran moneter terhadap ekonomi Indonesia terutama penurunan suku bunga bank.

"Sekarang kan kita sudah termasuk yang longgar, bunga sudah diturunin, macam-macam. Ini kan efek dari luar yang paling banyak, dalam negeri juga tentu ada efeknya terhadap ekspor menurun, nilainya atau harga turun. Tapi juga lebih banyak dari luar karena menguatnya Dolar, karena Euro juga melemah," ujar dia yang ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut dia, terlalu bahaya apabila kelonggaran moneter terus dilakukan. Dengan begitu, JK menegaskan pemerintah akan terus memperhatikan kondisi mata uang Rupiah saat ini.

"Ya kalau dilonggarin (ekonomi) nanti terus inflasi lagi, lebih bahaya lagi. Kita tidak akan lakukan spending seperti Eropa, kita tidak usah ikut, beda mereka malah krisis, itu hanya untuk Yunani," kata dia.

Berdasarkan data perdagangan di pasar valuta asing, hari ini Rupiah kembali keok dan ditutup pada level Rp 13.192 per USD. Posisi ini mengalami penurunan 98 poin atau sekitar 0,75 persen dibandingkan posisinya pada sesi pembukaan pagi tadi di Rp 13.098 dan sempat bergerak pada level Rp 13.145 sampai Rp 13.245 per USD.

Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah ditutup pada level Rp 13.165 per USD.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP