Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah terpuruk, Wapres JK sebut harusnya BI Rate turun

Rupiah terpuruk, Wapres JK sebut harusnya BI Rate turun Jusuf Kalla di Kongres Diaspora Indonesia. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di level 7,5 persen. Menanggapi itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melihat, kebijakan tersebut tidak selaras dengan kondisi nilai tukar Rupiah yang kini sedang terpuruk.

Menurut JK, saat nilai tukar Rupiah melemah terhadap USD, seharusnya BI Rate diturunkan. "Tidak ada cara untuk memperkuat Rupiah dengan menaikkan BI Rate. Selalu dalam keadaan seperti ini BI Rate harus turun," ucap JK di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di 7,5 persen. Dengan suku bunga Deposit Facility 5,5 persen dan Lending Facility pada 8 persen.

"Keputusan tersebut sejalan dengan upaya membawa inflasi menuju pada kisaran sasaran sebesar 4 persen plus minus 1 persen di 2015 dan 2016," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Fokus kebijakan BI dalam jangka pendek diarahkan pada langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Karena saat ini masih belum ada kepastian dari perekonomian global, dengan mengoptimalkan operasi moneter baik di pasar uang Rupiah maupun pasar valuta asing.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan dalam mendukung kesinambungan perekonomian," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP