Rupiah tengah melemah, pemerintah genjot pemasukan devisa sektor pariwisata
Merdeka.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambangi Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta. Dari pantauan merdeka.com, Menteri Arief tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjio.
Kedatangan Menteri Arif ini untuk melangsungkan rapat koordinasi (rakor) bersama Menteri Luhut Binsar Panjaitan membahas sektor pariwisata. "(Bahas apa pak?) Percepatan pengembangan pariwisata salah satunya devisa," kata Menteri Arief saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (12/7).
Menteri Arief mengatakan, untuk meningkatkan devisa pariwisata sendiri salah satu caranya adalah mendorong masuknya wisatawan asing ke Indonesia. "(Mendorong turis masuk?) Betul sekali," imbuhnya.
Sebelumnya, di tempat terpisah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa kawasan geopark berpotensi besar meningkatkan penerimaan negara. Sebab, indahnya kawasan ini akan mengundang masuknya wisata asing ke Indonesia.
Terlebih, saat ini ada sekitar 80 lebih kawasan yang menjadi kandidat warisan bumi yang berpotensi masuk geopark nasional dan UNESCO Global Geopark.
"Dan ini harus kita kapitalisasi untuk bisa mendatangkan turis. Kita melihat Indonesia sebetulnya sangat kayak. Saya jujur juga, melihat turis itu sebelah mata. Waktu saya baru masuk pemerintahan saya kira turis itu hanya ya begitulah. Tapi saya baru tahu penghasil devisa yang paling besar adalah berasal dari turis," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya