Rupiah menguat, JK pede ekonomi Indonesia mulai membaik
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah semakin perkasa terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Menurut data kurs tengah Bank Indonesia, Rupiah berada di angka Rp 13.149 per USD.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai penguatan rupiah terhadap USD didasari oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi perekonomian Indonesia yang semakin stabil.
"Ya pertama tentu ekonomi kita stabil walaupun kita tetap selalu hati-hati. Kedua, proyeksi juga seperti lapangan kerja yang terjadi di Amerika atau ekonominya masih belum terlalu kuat benar sehingga USDnya melemah. Karena USDnya melemah, ya menguatlah Rupiahnya," ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai pergerakan nilai tukar tidak boleh dibiarkan menguat terlalu dalam dan cepat lantaran penguatan rupiah akan membuat ekspor semakin melemah. Di sisi impor juga dikhawatirkan bisa mengalir deras, khususnya barang konsumsi. JK sependapat dengan hal itu.
"Intinya menjaga kestabilan di angka seperti itu supaya jangan ekspornya susah, impornya gampang. Jadi impornya murah, ekspornya nilainya turun," kata JK.
JK berharap nilai tukar Rupiah bisa terjaga kestabilannya. Dengan demikian, para investor maupun pengusaha bisa melakukan peroyeksi dan perhitungan yang matang.
"Ya memang itu artinya suatu kestabilan yang lebih baik, setelah itu orang jadi punya proyeksi, yang proyeksi itu makanya bisa investasi kan lebih baik, tapi nantinya kita juga harus menjaga supaya ekspor kita berjalan dengan baik. dan menjaga keseimbangannya lah," tutup JK.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya