Rupiah Melemah Tertekan Ekspektasi Pengetatan Moneter The Fed
Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Selasa (29/6). Rupiah dibuka di Rp 14.455 per USD, melemah tipis dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.445 per USD.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah tertekan ekspektasi investor terhadap pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS The Fed. Menurutnya, pelaku pasar mewaspadai data tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat (2/7) malam pekan ini.
"Data yang lebih bagus dari ekspektasi bisa mendorong penguatan dolar lebih lanjut karena ekpektasi pengetatan moneter AS," ujar Ariston, dikutip Antara, Selasa (29/6).
Seperti diketahui, The Fed mempertimbangkan perkembangan dua data ekonomi untuk menentukan kebijakan moneter ke depan yaitu data inflasi dan tenaga kerja.
Data inflasi AS sudah menunjukan kenaikan melebihi target 2 persen dan bila data tenaga kerja juga terlihat menunjukkan perbaikan yang signifikan, pasar akan berekspektasi pengetatan moneter AS sudah dekat dan hal itu bisa mendorong penguatan dollar AS.
Selain itu, lanjut Ariston, situasi pandemi COVID-19 dalam negri yang belum menunjukkan perbaikan, masih menjadi penekan rupiah. Dia mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak ke kisaran Rp14.450 per USD hingga Rp14.500 per USD.
"Pembatasan aktivitas yang lebih ketat sudah diputuskan kemarin. Ini bisa menekan perekonomian bila berlangsung lebih lama," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya