Rupiah melemah, money changer kebanjiran pengunjung dan tambah jam layanan
Merdeka.com - Pelemahan atau depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) menggeliatkan bisnis penukaran uang. Pasca melemahnya Rupiah, money changer kebanjiran pengunjung.
Petugas VIP money changer and remittance, Surya mengakui terjadi peningkatan signifikan jumlah pengunjung sejak Senin (3/9) lalu. Untuk menghadapi peningkatan jumlah pengunjung tersebut, money changer tempatnya bekerja bahkan menambah waktu operasional.
"Iya meningkat sejak Senin. Kita saja ada lembur," kata dia kepada Merdeka.com, di Jakarta, Jumat (7/9).
Katanya, jika biasanya kantor tutup pada pukul 17.00, maka pasca depresiasi nilai tukar Rupiah, kantornya tutup pada pukul 18.30.
"Biasanya kan pulang jam lima sore. Sekarang sampai setengah tujuh baru tutup," imbuh Surya.
Peningkatan jumlah pengunjung dapat terlihat dari cukup banyaknya antrean. Ruang tunggu tempat penukaran uang di Jl. Menteng Raya itu memang terlihat penuh.
Pantauan Merdeka.com, beberapa pengunjung bahkan rela duduk di lantai ruang tunggu, karena kurangnya fasilitas kursi yang tersedia.
Petugas yang lain, Marden pun membenarkan peningkatan pengunjung yang signifikan tersebut terjadi paska depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. "Memang meningkat. Kalau normal, sehari itu 250 orang. Kalau sejak Senin kemarin itu, bisa 600 (pengunjung) per hari," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya