Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah melemah, harga makanan dan minuman diprediksi naik 15 persen

Rupiah melemah, harga makanan dan minuman diprediksi naik 15 persen Ilustrasi makanan. ©shutterstock.com/deepblue-photographer

Merdeka.com - Harga produk makanan dan minuman diperkirakan bakal meningkat hingga 15 persen. Ini lantaran biaya produksi terus melonjak seiring pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Demikian diungkapkan Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian Faiz Ahmad di kantornya, Jakarta, Rabu (18/3).

"Saya yakin ini akan berat, naiknya mendekati puasa. Karena elastisitas konsumen itu berkurang. Mereka bakal beli walau tinggi," tuturnya. "Jadi kan memang jelang puasa itu harga-harga naik, tapi dengan pelemahan rupiah ini, maka harganya bakal semakin naik."

Faiz mengatakan, industri makanan dan minuman di Tanah Air masih tergantung pada bahan baku impor, sebesar 70 persen. Tak heran, jika tren pelemahan rupiah membuat biaya produksi melonjak tajam.

"Pelemahan rupiah membuat biaya produksi meningkat hingga 10 persen, bahkan hal tersebut juga berimplikasi pada biaya distribusi yang diprediksi meningkat hingga 5 persen," ujarnya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP