Rupiah Melemah Dipicu Kembali Naiknya Imbal Hasil Obligasi AS
Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah dipicu kembali naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Pagi ini, rupiah melemah ke posisi Rp14.026 per USD dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.000 per USD.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat menguat kembali sejak kemarin.
"Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi jangka yang lebih panjang ini merefleksikan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi dan kenaikan tingkat inflasi AS," ujar Ariston dikutip Antara, Jumat (22/1).
Menurutnya, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi tersebut mendorong kembali penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS karena hal tersebut hari ini. Di sisi lain, pelemahan rupiah mungkin terbatas karena ekspektasi stimulus besar AS yang meningkatkan minat pasar terhadap aset berisiko.
Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.980 per USD hingga Rp14.050 per USD. "Dari Tanah Air, kemarin Bank Indonesia juga menyatakan optimismenya bahwa aliran dana asing ke Indonesia akan meningkat seiring dengan prospek pemulihan ekonomi," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya