Rupiah Melemah Dipengaruhi Pasar Masih Cermati Proyeksi The Fed
Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Senin (21/6). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp14.390 per USD, atau melemah dari penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.375 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat stagnan usai pembukaan. Kemudian, langsung melemah ke Rp14.425 per USD. Meski sempat stagnan kembali, Rupiah masih terus melanjutkan pelemahan dan saat ini berada di Rp14.434 per USD.
Tim Riset Mega Capital Sekuritas mencatat, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah seiring pelaku pasar yang masih mencermati proyeksi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.
"Investor masih mencermati kenaikan ekspektasi inflasi The Federal Reserve serta proyeksi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan," tulis Tim dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Antara, Senin (21/6).
The Fed pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan lalu menyatakan suku bunga akan naik dua kali pada 2023 yang kemudian memunculkan kekhawatiran akan tapering (pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed). Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard juga mengatakan bahwa bank sentral AS telah memulai diskusi mengenai pengurangan dari program pembelian obligasi selama masa pandemi.
Bullard juga mengatakan bahwa perubahan sikap The Fed adalah tanggapan alami dari pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi yang lebih cepat dari ekspektasi. Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,26, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,225.
Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,404 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,45 persen.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya