Rupiah melemah bikin harga daging ayam naik
Merdeka.com - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan, harga daging ayam broiler/ras itu menanjak dari sebelumnya Rp 32 ribu jadi Rp 36 ribu. Hal itu disebabkan oleh harga pakan ayam impor yang juga meninggi.
"Harga daging ayam mengalami lonjakan pangan, naik Rp 4 ribu," terang dia di sela-sela acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (11/5).
Melihat data dari situs infopangan.jakarta.go.id, harga ayam broiler/ras di pasar tradisional di Pasar Minggu, Jakarta, naik dari Rp 35 ribu per ekor (10 Mei) menjadi Rp 37 ribu per ekor. Namun demikian, harga daging ayam di pasar tradisional lainnya masih terpantau stabil Rp 35 ribu per ekor.
Lebih lanjut Agung menjelaskan, naiknya harga daging ayam dipengaruhi oleh harga pakan impor hewan berkaki dua tersebut, yang melonjak sekitar Rp 100-150. Selain itu, harga bayi ayam berumur 5 hari (Day Old Chicken/DOC) yang didatangkan dari luar negeri pun meninggi, menjadi Rp 500 per ekor.
"Harga pakannya naik 100-150 rupiah per kg. Itu juga karena penguatan nilai dolar, makanya (jenis pakan ayam) konsentrat khususnya yang kita masih impor sama naik," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Kementan terus berupaya untuk mengantisipasi potensi kenaikan jelang Ramadhan, yakni dengan berkoordinasi bersama seluruh produsen daging ayam.
"Nanti kita selesaikan dengan kawan-kawan, bagaimana cara kita menekan harga, salah satu caranya ya kita turunkan harga pakan. Produsen pakan (ayam) juga kita undang agar bisa menurunkan harga sehingga bisa memenuhi kebutuhan daging di pasar," pungkas dia.
Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya