Rupiah masih terdampar di zona merah
Merdeka.com - Laju nilai tukar rupiah masih dalam zona merah seiring rilis penaikan CB leading indicator AS yang menumbuhkan harapan perekonomian negeri Paman Sam akan terus membaik.
Di sisi lain, laju Euro yang terlihat melemah dibandingkan dolar Amerika Serikat dan poundsterling memberikan sentimen negatif terhadap upaya penguatan rupiah.
"Imbas rilis membesarnya defisit neraca perdagangan Jepang sehari sebelumnya masih mempengaruhi pikiran pelaku pasar yang mengkhawatirkan neraca perdagangan Indonesia akan bernasib sama," kata Analis Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (23/4).
Defisit neraca berjalan pun juga dikhawatirkan akan membesar. Selain itu, pelaku pasar juga mengkhawatirkan musim pembagian dividen terutama untuk investor asing akan membuat outflow dari pasar dan meningkatkan permintaan atas USD.
"Laju rupiah di bawah level support Rp 11.438 per USD. Bergerak di kisaran Rp 11.512-Rp 11.462 (kurs tengah BI)."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya