Rupiah masih melemah di Rp 14.783 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih melemah di perdagangan hari ini, Senin (3/9). Rupiah dibuka di level Rp 14.781 per USD melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.710 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus melemah usai pembukaan hingga menyentuh level Rp 14.783 per USD. Namun kembali menguat, dan saat ini berada di level Rp 14.779 per USD.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan ada 3 sumber ketidakpastian global yang memengaruhi nilai tukar Rupiah. Ketidakpastian pertama, yaitu pertumbuhan ekonomi global yang saat ini hanya bertumpu pada Amerika Serikat (AS). Pertumbuhan ekonomi yang kuat saat ini hanya terjadi di AS saja.
"Sejumlah negara lain pertumbuhan menurun, kita sebut ekonomi dunia tidak didukung pertumbuhan merata. Ini salah satu menjadi sumber ketidakpastian. Apa ini terus berlanjut apa bagaimana itu tidak pasti," jelas Perry.
Ketidakpastian yang kedua, masih datang dari AS yaitu suku bunga acuan The Fed alias bank sentral AS. Menurut Perry, bank sentral AS akan menaikkan suku bunga empat kali di tahun ini. Hingga kini, The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali.
"The Fed mungkin menaikkan suku bunga dua kali lagi, kemungkinan September. Ini menimbulkan investor global menarik dana dari negara berkembang terjadilah capital outflow. Mereka lebih menanamkan modal di Amerika Serikat. Dan ini juga menjadi salah satu sumber nilai tukar di belahan dunia melemah. Banyak negara mengalami tekanan nilai tukar," imbuhnya.
Terakhir, sumber ketidakpastian global adalah perang dagang AS dengan China, Eropa, Kanada dan Turki. Ketegangan ini menimbulkan ketidakpastian ekonomi global dan investor semakin tidak pasti semakin menarik dana mereka dari emerging market
"Ini menimbulkan tekanan tekanan nilai tukar dan ekonomi di belahan dunia," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya