Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah keok, REI desak BI revisi aturan DP pembelian rumah

Rupiah keok, REI desak BI revisi aturan DP pembelian rumah kredit rumah. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia belum lama ini mengeluarkan kebijakan yang menetapkan pengenaan down payment (DP) atau uang muka pembelian rumah indent bagi rumah pertama. DP minimal yang ditetapkan bank sentral adalah 30 persen dari harga rumah.

Real Estate Indonesia (REI) merasa sangat keberatan dengan aturan tersebut. Pasalnya kondisi perekonomian saat ini cukup parah karena pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang tinggi. pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp 12.000 per USD dirasa cukup memberatkan pengembang.

Ketua Umum REI, Eddy Hussy mengusulkan agar Bank Sentral menurunkan DP rumah pertama menjadi 15 persen - 20 persen supaya bisa mewujudkan pembangunan kekurangan rumah sebesar 15 juta unit.

"Kebijakan DP 30 persen - 50 persen memang untuk menekan spekulan. Tapi kalau ternyata pembelian rumah pertama masyarakat sudah dikenakan DP 30 persen akan sulit, jangan sebesar itu, turunkan hingga 20 persen lah," ujarnya saat acara 'Seminar Kiat Pendanaan KPR Saat Bunga Tinggi' di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (12/2).

Menurutnya usulan DP rumah pertama sekitar 15 persen - 20 persen sudah lebih tinggi dari uang muka rumah dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebesar 5 persen.

"Meski pertumbuhan ekonomi di daerah bertumbuh dengan baik sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar dan berkeinginan mendapatkan rumah yang lebih baik," jelas dia.

Selain itu, penurunan DP juga diperlukan untuk mengejar target kekurangan rumah yang mencapai 15 juta unit di 2013. Sedangkan tambahan perumahan per tahun hanya sekitar 800 ribu unit.

"Kalau uang mukanya 30 persen, kita tidak bisa kejar target. Sementara permintaan rumah kalangan menengah ke bawah cukup pesat meski pertumbuhan di sektor properti pada tahun ini hanya diperkirakan 10 persen, bahkan pengamat bilang cuma 7 persen," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP