Rupiah kembali terperosok ke level Rp 14.660 per USD, ini kata pejabat BI
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (24/8). Rupiah tercatat secara fluktuatif berada pada angka Rp 14.660 per USD, angka ini hampir sama dengan pergerakan Rupiah pada hari sebelumnya di Rp 14.620 per USD.
Kepala Divisi Asesmen Makroekonomi Bank Indonesia, Fadjar Majardi mengatakan, pelemahan nilai tukar ini disebabkan oleh respons pasar terkait rencana bank sentral AS untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, pelemahan ini juga dipengaruhi oleh perang dagang AS dan China.
"Rupiah melemah lagi itu lah ekonomi global ini ketidakpastian nya sedang tinggi. Jadi ini meningkat terus dan kalau sudah begitu orang larinya ke Dolar. Salah satu pemicunya adalah The Fed mesinyalkan peningkatan suku bunga semakin pasti lagi. Dan dipicu lagi kebijakan trade war china dan as yang kemarin disampaikan," ujarnya di Hotel Four Points, Manado, Jumat (24/8).
Fadjar mengatakan, berbagai kondisi ini menimbulkan ketidakpastian diberbagai negara termasuk di Indonesia. Namun demikian, dia mengatakan, pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di berbagai negara berkembang lainnya.
"AS sudah meningkatkan 25 persen terhadap beberapa komoditas Tiongkok dan Tiongkoknya juga melakukan hal yang sama. Jadi ini semakin meningkatkan trade warnya, ketidakpastian semakin tinggi akhirnya. Bukan hanya Indonesia saja yang melemah mata uangnya. Banyak negara yang mengalami pelemahan nilai tukar," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya