Rupiah Ditutup Menguat Tipis di Rp14.152 per USD, Besok Diproyeksi Berfluktuatif
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 5 poin di level Rp14.152 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.158 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.160 hingga Rp14.200 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pasar merespon positif defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada September 2021 sebesar Rp452 triliun atau setara 2,74 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut dibandingkan September tahun lalu mengalami penurunan sebesar 33,7 persen yaitu sebesar Rp681,4 triliun.
"Sementara, penerimaan negara mencapai Rp1.353,8 triliun atau tumbuh 16,8 persen (yoy). Realisasi pendapatan berasal dari penerimaan pajak senilai Rp850,1 triliun, bea cukai Rp182,9 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp320,8 triliun," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Selasa (26/10).
Selain itu, penerimaan pajak mencapai 69,1 persen dari pagu. Sedangkan realisasi penerimaan bea cukai mencapai 85,1 persen dari pagu dan PNBP telah melebihi pagu mencapai 107,6 persen. Di sisi lain, realisasi pembiayaan telah mencapai Rp621,9 triliun atau setara 61,8 persen dari pagu Rp1.006,4 triliun. Sedangkan keseimbangan primer berada di kisaran Rp198,3 triliun.
Kemudian secara bersamaan pemerintah memproyeksi target pertumbuhan ekonomi Kuartal Ketiga 2021 mencapai 4,3 persen. Proyeksi ini membaik dari minus 3,5 persen pada Kuartal Ketiga 2020. Optimisme membaiknya pertumbuhan ekonomi Kuartal Ketiga ditopang oleh sejumlah indikator yang membaik setelah dihantam varian Delta Covid-19.
Namun, pemerintah meminta seluruh pihak untuk mewaspadai risiko dari dinamika global yang terjadi utamanya di China, Amerika Serikat (AS) dan Eropa, karena rebalancing dari berbagai kegiatan ekonomi seperti di Tiongkok, Amerika Serikat dan Eropa akan mempengaruhi outlook di Kuartal Keempat 2021 dan di tahun depan.
"Dan yang paling utama adalah kinerja Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dinilai efektif meredam penyebaran virus varian Delta yang merebak di pertengahan 2021 lalu. Dengan menurunnya kasus Covid-19, pelonggaran pembatasan turut memicu pemulihan dari konsumsi maupun produksi," jelas Ibrahim.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya