Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.023 per USD, Ini Pemicunya
Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ditutup menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Rupiah ditutup menguat 12 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.023 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.035 per USD.
"Risk appetite meningkat dengan dolar AS melemah di awal minggu. Dolar AS diperkirakan akan melempem minggu ini oleh ekspektasi rilis earning perusahaan-perusahaan besar minggu ini," kata Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong di Jakarta, Senin (25/1).
Sejumlah perusahaan teknologi besar akan merilis laporan kinerja pada pekan ini seperti Microsoft, Apple, dan Facebook.
Lukman memprediksi Rupiah pada minggu ini dapat menguat menembus level psikologis Rp14.000 per USD, namun mata uang Garuda tidak akan menguat terlalu jauh.
"Saya melihat Bank Indonesia akan menjaga Rupiah stabil tidak jauh dari Rp14.000, yang di mana merupakan level yang nyaman dan ideal untuk sekarang," katanya.
Perkiraan Rupiah di Rp13.850 per USD
Dia memperkirakan Rupiah pada pekan ini akan bergerak di kisaran Rp13.850 per USD hingga Rp14.150 per USD.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.055 per USD. Sepanjang hari Rupiah bergerak di kisaran Rp14.023 per USD hingga Rp14.057 per USD.
Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.082 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.054 per USD.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya