Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp14.353 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah tipis di level Rp14.353 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.350 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah tipis direntang Rp14.330 hingga Rp14.370 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, Data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa ekonomi global akan tumbuh 4,4 persen pada tahun 2022, turun 0,5 poin persentase dari perkiraan Oktober. Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi yang akan melambat.
"Dikarenakan ekonomi akan bergulat dengan gangguan pasokan, inflasi yang lebih tinggi, rekor utang dan ketidakpastian yang terus menerus akibat penyebaran varian baru Omicron yang cepat telah menyebabkan mobilitas baru dibanyak negara dan meningkatkan kekurangan tenaga kerja," katanya, Jakarta, Rabu (26/1).
Selain itu, Omicron akan membebani aktivitas pada kuartal pertama 2022 dan efek ini akan memudar di kuartal kedua. Sedangkan ketidakseimbangan pasokan-permintaan diasumsikan menurun selama 2022 berdasarkan ekspektasi industri akan peningkatan pasokan.
"Karena permintaan secara bertahap menyeimbangkan kembali dari barang ke jasa dan dukungan kebijakan yang luar biasa di tarik," kata Ibrahim.
Begitu pula pertumbuhan ekonomi di Indonesia di 2022 juga akan kembali menyusut, walaupun Pemerintah sampai saat ini belum merivisi perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 antara 5,2-5,5 persen. Apalagi Bank Indonesia masih optimis pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 antara 4,7- 5,4 persen.
"Kalau melihat IMF yang terus melakukan revisi pertumbuhan secara berkala, inipun harus dilakukan oleh pemerintah karena sangat kurang moderat kalau pemerintah dan Bank Indonesia masih berpacu pada angka tersebut. Perkiraan angka yang tepat untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 adalah 4,0-4,5 persen," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya