Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.245 per USD

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.245 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah Rp14.245 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.220 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.230 hingga Rp14.280 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasio defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menurun hingga 3,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Oktober 2021 atau mencapai Rp548,9 triliun.

"Ini menandakan bahwa defisit APBN mengalami penurunan dibandingkan bulan Oktober tahun lalu yang sebesar 4,67 persen terhadap PDB," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Rabu (17/11).

Dengan demikian, defisit anggaran pada tahun ini bisa tetap terkendali di atas 5 persen PDB, menurun dibanding realisasi tahun lalu yang berada di atas enam persen PDB. Sedangkan defisit anggaran terjadi karena belanja negara yang masih sedikit lebih tinggi yakni Rp2.058,9 triliun daripada penerimaan negara Rp1.510 triliun.

Secara rinci, realisasi belanja negara pada Januari-Oktober 2021 mencapai Rp2.058,9 triliun atau tumbuh 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yakni Rp2.041,8 triliun. Realisasi tersebut telah mencapai 74,9 persen dari target APBN yang sebesar Rp2.750 triliun.

Sementara, realisasi pendapatan negara sejak Januari-Oktober 2021 melonjak hingga 18,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dari Rp1.277 triliun menjadi Rp1.510 triliun. Hal tersebut menggambarkan bahwa keuangan negara mulai pulih seiring dengan perbaikan ekonomi domestik.

Meski defisit APBN mengalami penurunan namun defisit APBN tetap bisa menciptakan efek berganda maupun counter cyclical terhadap pemulihan ekonomi nasional. Adapun pelebaran defisit APBN di atas 3 persen pada tahun 2020 merupakan yang pertama kali dalam sejarah dan suatu mekanisme counter cyclical.

Menurunnya defisit anggaran tersebut akan berdampak terhadap perekonomian yang bisa pulih kembali, masyarakat bisa terlindungi dari Covid-19, dan belanja sosial yang kami berikan untuk bantalan bagi masyarakat yang mengalami hempasan luar biasa dari pandemi.

Sementara itu tercatat pula realisasi pembiayaan anggaran periode Januari-Oktober 2021 mencapai Rp608,3 triliun atau terkontraksi 34,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), serta keseimbangan primer minus Rp266,9 triliun.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP