Rupiah Diprediksi Melemah Dipicu Kekhawatiran Inflasi
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Jumat (4/2). Rupiah dibuka di Rp14.380 per USD, melemah tipis dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.377 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak menguat usai pembukaan ke Rp14.371 per USD. Meski begitu, Rupiah kembali melemah dan kemudian menguat lagi. Saat ini, Rupiah berada di Rp14.370 per USD.
Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah menjelang akhir pekan diperkirakan melemah, dipicu kekhawatiran inflasi. "Nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan hari ini terhadap dolar AS. Kekhawatiran pasar terhadap inflasi bisa menjadi pemicu pelemahan rupiah," kata Ariston dikutip Antara, Jumat (4/2).
Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah sebagai sumber energi yang menyentuh kisaran USD90 per barel, pertama kali sejak tahun 2014, akan menjadi pendorong kenaikan inflasi global. Selain itu inflasi yang melonjak di AS juga akan mengkonfirmasi kebijakan pengetatan moneter Negeri Paman Sam, yang lebih agresif ke depan yang akan mendorong penguatan dolar AS.
Meski begitu saat berita ini ditulis, indeks dolar AS masih terlihat melemah 0,13 persen ke level 95,25. Sementara itu dari dalam negeri, Ariston berpendapat kondisi penularan COVID-19 yang semakin tinggi akan meresahkan pelaku pasar.
"Hal ini tentunya bisa menekan nilai tukar rupiah," ungkapnya.
Jumlah kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (3/2) kemarin bertambah 27.197 kasus sehingga total kasus mencapai 4,41 juta kasus. Ariston memproyeksikan kurs rupiah hari ini akan melemah ke arah Rp14.400 per USD, dengan support di kisaran Rp14.350 per USD.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya