Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah Digital Belum Masuk Rencana Pengembangan Pasar Uang BI, ini Alasannya

Rupiah Digital Belum Masuk Rencana Pengembangan Pasar Uang BI, ini Alasannya Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan blueprint pengembangan pasar uang (BPPU) 2025 untuk mempercepat upaya pengembangan pasar uang Indonesia. Dalam blueprint tersebut, rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) rupanya belum masuk menjadi prioritas.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Donny Hutabarat menjelaskan, BPPU 2025 baru mencapai tiga pilar. Pertama, mendorong digitalisasi dan penguatan infrastruktur pasar keuangan (IPK).

Kedua, memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter mengembangkan sumber pembiayaan ekonomi. Ketiga yaitu pengelolaan risiko.

"Saat ini belum launching konsep CBDC secara konkret ke publik, masih dalam kajian dan akan masuk ke dalam blue print," ujarnya, Jakarta, Jumat (25/6).

Senada dengan Donny, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, BPPU 2025 lebih menekankan penguatan infrastruktur pasar uang. Sementara CBDC berada di wilayah yang berbeda.

Adapun CBDC merupakan insiatif baru yang berkembang di global. Di mana dengan cara ini, bank sentral di seluruh dunia bisa masuk ke dalam uang digital.

"CBDC belum menjadi bagian di dalam working group blueprint pengembangan pasar uang dan sistem pembayaran. Karena CBDC juga menyangkut platform teknologi dan sebagainya. Saat ini belum punya urgensi untuk menerbitkan CBDC," katanya.

"Di beberapa negara (Sudah berjalan), karena referensi penduduknya dalam memegang cash rendah. Di Indonesia urgensinya belum sebesar negara-negara itu. Konsep CBDC baru berkembang beberapa wacana," tandasnya.

Intip Strategi Bank Indonesia Kembangan Pasar Uang Lewat BPPU 2025

bank indonesia kembangan pasar uang lewat bppu 2025Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) tahun 2025 per Desember 2020 lalu. BPPU ini merupakan arah strategi end-to-end untuk pengembangan menuju pasar uang yang modern dan maju di era digital sekaligus menjadi petunjuk bagi otoritas dan pelaku pasar dalam melakukan pengembangan dan kegiatan di pasar uang.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Donny Hutabarat mengatakan, dalam mencapai visi BPPU 2025, Bank Indonesia menerapkan 3 pilar kebijakan pasar uang yang menjadi inisiatif utama.

"Pertama, mendorong digitalisasi dan penguatan infrastruktur pasar keuangan. Lalu memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan ketiga mengembangkan sumber pembiayaan ekonomi dan pengelolaan risiko," jelas Donny.

Lanjutnya, ketiga pilar tersebut saling terkait dan terhubung seperti pengembangan infrastruktur pasar keuangan. Hal ini akan mendukung upaya pencapaian efektivitas transmisi kebijakan moneter serta pembiayaan dan pengelolaan risiko.

"Dalam rangka mempercepat implementasi berbagai program kerja BPPU 2025, maka telah dibentuk 5 Working Group (WG) yang melibatkan berbagai satuan kerja di Bank Indonesia, otoritas sektor keuangan dan lainnya, serta asosiasi pelaku pasar," jelas Donny.

Adapun, WG tersebut antara lain WG 1 Market, WG 2 Infrastructure, WG 3 Payment Infrastructure, WG 4 Data dan Digitalisasi dan WG 5 Regulasi, Perizinan dan Surveilans.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP