Rupiah dibuka menguat 56 poin, Rp 13.693 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan Selasa pagi tercatat menguat 56 poin atau 0,41 persen menjadi Rp 13.693 ketimbang penutupan kemarin Rp 13.749 per USD.
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan menurunnya laju euro, Swisfranc, dan beberapa mata uang di sekitaran Zona Euro setelah merespon musibah di Paris, memberikan sentimen negatif pada laju Rupiah. Apalagi, sebelumnya sejumlah mata uang mengalami pelemahan terhadap USD yang dimotori oleh EUR setelah merespon hasil pidato ECB yang masih mengindikasikan perlambatan yang berujung diperlukannya stimulus, sehingga membuat Rupiah masih melanjutkan pelemahannya.
"Akan adanya penguatan laju rupiah tampaknya namun mengingat sentimen yang ada masih belum cukup mendukung untuk penguatan rupiah. Untuk itu, tetap mewaspdai dan cermati sentimen yang akan muncul seiring masih adanya potensi pelemahan lanjutan. Laju Rupiah di bawah target support 13.588. Rp 13.805-13.695 (kurs tengah BI)," ujarnya dalam riset harian, Selasa (17/11).
Bahkan adanya surplus neraca perdagangan sebesar USD1,01B tidak mampu membantu laju Rupiah keluar dari zona merah. Kemungkinan hal tersebut dikarenakan masih terjadi penurunan atas nilai ekspor dan impor dimana masing-masing turun -20,98 persen dan -27,81 persen. Terlihat, laju USD bergerak menguat terhadap EUR, GBP, NZD, JPY, CNY, CHF, dan beberapa lainnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya