Rupiah bertahan di level Rp 13.000-an per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di level Rp 13.000-an per USD. Rupiah dibuka di level Rp 13.020 per USD atau menguat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.025 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di Rp 12.995 per USD. Setelah itu, Rupiah langsung melemah ke 13.019 per USD. Saat ini, Rupiah berada di Rp 13.008 per USD.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia menguat (apresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.
"Yang memengaruhi total ekspor banyak faktor, permintaan dan harga komoditas termasuk kurs. Kalau kurs menguat pasti akan pengaruh ke ekspor. Pengaruhnya ada tapi seberapa besar kami lihat dulu di bulan Oktober," kata Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Senin (17/10).
Dia mencatat, Rupiah terapresiasi paling tinggi terhadap dolar Amerika sebesar 2,27 persen. Di mana level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat September 2016 yang mencapai Rp 12.937,54 per USD.
Terhadap Euro, Rupiah terapresiasi sebesar 2 persen. Dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat September 2016 yang mencapai Rp 14.502,15 per Euro.
Rupiah juga terapresiasi terhadap Dolar Australia sebesar 0,73 persen. Dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kedua September 2016 yang mencapai Rp 9.858,18 per AUD.
Sedangkan untuk yen Jepang, Rupiah terapresiasi sebesar 0,38 persen. Dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kelima September 2016 yang mencapai Rp 128,05 per Yen Jepang.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya