Rupiah anjlok, pengusaha pilih kurangi jam kerja ketimbang PHK
Merdeka.com - Melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia serta keoknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) berdampak pada dunia usaha dalam negeri. Daya beli masyarakat mulai menurun dan ditambah lagi mahalnya bahan baku impor akibat pelemahan nilai tukar Rupiah.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Tenaga Kerja, Benny Sutrisno mengakui adanya penurunan permintaan berbagai produk di masyarakat. Perusahaan juga harus mengurangi produksinya.
Namun demikian, dia menyebut mayoritas pengusaha tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. Pengusaha memilih untuk mengurangi jam operasional kerja
"PHK itu masih teoritis. Dalam praktiknya para pengusaha tidak mau PHK karena (masa kerja dan pengalaman tenaga kerja) sudah cukup lama. Tapi kebanyakan pengusaha lebih memilih untuk mengurangi jam kerja, misanya dari dua shift menjadi satu shift," ujar Benny di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (25/8).
Benny menjelaskan, ketika pengusaha melakukan PHK, hal itu justru menambah ongkos perusahaan untuk merekrut kembali pekerja baru. Tak hanya itu, perusahaan juga dibebankan oleh pembayaran pesangon untuk pekerja yang di PHK.
"Kalau potong orang kan juga harus memberikan pesangon. Maka itu pengusaha tidak akan melakukan PHK dan memilih untuk mengurangi shift kerja," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya