Rupiah anjlok, langkah intervensi BI hanya buang amunisi

Reporter : Sri Wiyanti | Selasa, 11 Juni 2013 21:54

Rupiah anjlok, langkah intervensi BI hanya buang amunisi
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Langkah Bank Indonesia melakukan intervensi pasar valas dalam upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap USD menggunakan cadangan devisa (cadev), dinilai tidak tepat sasaran.

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai, langkah BI "mengguyur" dolar ke pasar valas tidak akan menyelesaikan permasalahan utama melemahnya nilai tukar rupiah. Sebab, rupiah melemah lantaran kebijakan quantitative easing yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Jepang.

"Karena uncertainty global karena persoalan dana quantitative easing (QE). Dana QE, semenjak pelemahan QE itu selalu terjadi pembalikan arah di Maret, di Juni, di September. Masalahnya QE Amerika ini dilawan oleh Jepang, Jepang itu mengguyur Yen. Jadi jepang ngegoreng USD," kata Yanuar di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (11/6).

Kebijakan BI yang melakukan intervensi pasar valas menggunakan cadev, berpeluang disalahgunakan oleh pelaku spekulasi mata uang yang hanya mencari keuntungan dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD. Terlebih, BI tidak akan membiarkan nilai tukar rupiah anjlok ke level terdalam.

"Misal, saya pancing di NDF Singapura, katakan sampai Rp 11.000 deh, saya kan harus settlement, harus ada pembeli-penjual (kalau) sampai akhir hari saya tidak ketemu barang, karena saya short sale lho di pasar NDF, berarti saya gagal bayar dong. Tapi saya tidak mungkin gagal bayar karena BI akan meredakan dengan yang disebut intervensi tadi, saya serap barangnya BI. Intervensi ini tidak efektif," papar Yanuar.

Dalam pandangannya, kondisi ini sangat rawan dimanfaatkan oleh para spekulan dengan cara ambil untung dari saham dan pasar uang. Yanuar menyarankan BI untuk tetap pada kebijakan yang pernah diambil semasa kepemimpinan Darmin Nasution.

"BI di eranya Pak Darmin sudah sadari itu. Dia tidak mau reaktif di pasar valas. Di Juni kan Pak Darmin bilang BI tidak mau intervensi di pasar valas, BI maunya ambil surat utang negara (SUN). Jadi yang dilakukan BI adalah underlayingnya diambil. Berarti BI 'membiarkan', BI tidak mau buang amunisi di pasar valas," jelas Yanuar.

Untuk sektor yang berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat seperti Pertamina, lanjut Yanuar, BI bisa buka pasar langsung ke Pertamina untuk pembayaran impor BBM. Namun, langkah ini perlu dukungan dari kementerian BUMN agar tidak terjadi spekulasi di Pertamina.

"Pasar valas biarin liar gak apa-apa. Tapi yang mengimpor pangan, pasarnya harus certified (legal), yang mau impor energi, ambil valas murah ke BI. BI juga jangan sebar ke pasar. Fokus saja," ungkap Yanuar.

Dengan begitu, penggunaan cadangan devisa bisa tepat sasaran. "Subsidi saja harus tepat sasaran, masa cadev gak tepat sasaran," tutup Yanuar.

[noe]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Game Indonesia bisa bersaing dengan luar negeri
  • Terungkap, duit suap politikus PDIP di Bali buat ongkos kongres
  • Kebakaran Dirjen Pajak, motor sekuriti gedung ikut dilalap api
  • 4 Fakta sosok pengendara Kia Picanto umbar tembakan di tol
  • Basement Dirjen Pajak terbakar, pegawai ramai menonton
  • Bak seniman dunia, karya lukis Won Bin sampai ditawar harga mahal
  • Dipimpin India, ini 10 negara penduduk terbanyak pada 2030
  • Serpihan ditemukan, akankah misteri hilangnya pesawat MH370 terkuak?
  • Mengapa selalu ada gajih di setiap sate kambing?
  • Honda Baby NSX rilis awal November tahun ini?
  • SHOW MORE