Rumah.com bakal sajikan data perumahan di 2018
Merdeka.com - Rumah.com hadirkan inovasi dengan meluncurkan Rumah.com Property Market Outlook 2018. Mulai dari lokasi properti favorit konsumen, pergerakan median harga hunian baik perumahan maupun apartemen, dan sentimen masyarakat.
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menyampaikan Rumah.com menyajikan lebih dari 400.000 data properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
"Dengan statistik tersebut, Rumah.com memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia. Melalui Rumah.com Property Market Outlook 2018 ini, Rumah.com bisa memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen maupun stakeholder lainnya melalui informasi properti yang komprehensif, tepat dan akurat," jelas Ike dalam keterangannya, Kamis (19/10).
Rumah.com Property Market Outlook 2018 menyampaikan bahwa kemampuan pemerintah untuk mendorong ekonomi nasional ke arah yang lebih positif terbukti mampu menjaga optimisme pasar properti. Sejumlah kebijakan pemerintah seperti BI 7-Day Repo Rate, Tax Amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Paket Kebijakan Ekonomi, dan lainnya mendorong pertumbuhan properti nasional, yang sempat turun tajam pada tahun 2016 lalu.
Suplai dan Harga Properti Dari catatan Rumah.com Property Index 2017, menunjukkan bahwa indeks properti nasional naik tipis 0,4 persen pada kuartal I-2017 dan berlanjut pada kuartal II tumbuh sebesar 0,97 persen. Pada kuartal-III, pasar properti terlihat stabil. Pasar properti menunjukkan tanda-tanda pemulihan tetapi penjual masih memperhatikan daya beli konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa pasar properti sedang berada pada fase 'soft market'.
Sementara di sisi volume suplai properti, indeks menunjukkan sedikit fluktuasi dimana pada Kuartal I mencatat kenaikan sebesar 11,4 persen, selanjutnya mengalami penurunan sebesar 2,1 persen pada Kuartal II-2017. Pada kuartal III-2017 suplai pulih dan meningkat hingga sebesar 10,7 persen. Secara year-on-year, kenaikan pada kuartal III-2017 mencapai 23 persen.
Peningkatan suplai properti ini mengindikasikan bahwa penjual lebih percaya diri dengan situasi pasar properti pada kuartal III. Semakin banyaknya suplai membuat konsumen semakin mudah menentukan pilihan residensial, baik berdasarkan lokasi, harga, dan jenisnya.
Sementara di sisi permintaan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen dalam membeli rumah pada 2018 masih tetap tinggi. Porsi permintaan terbesar akan datang dari rumah tipe menengah dengan harga di bawah Rp700 Juta. Konsumen akan mencari perumahan tipe klaster, terutama di wilayah satelit kota besar dengan akses menuju pintu tol dan sarana transportasi massal. Seiring tumbuhnya suku bunga untuk Kredit Pemilikian Apartemen maka akan terjadi pertumbuhan yang moderat pada hunian jenis apartemen.
Ike menjelaskan bahwa secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2018 mendatang akan lebih menarik dan prospektif dibandingkan tahun 2017 ini. Satu tahun sebelum tahun politik 2019, pasar properti akan sedikit lebih bergairah dan ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi.
"Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia akan senantiasa terus berinovasi menghadirkan inovasi, solusi dan panduan bagi pencari properti, agen, dan pengembang serta stakeholder properti di Indonesia. Rumah.com juga memiliki komitmen membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan pembelian properti melalui informasi data yang tepat dan akurat," tegas Ike.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya