Rumah mewah nikmati subsidi listrik, bos PLN akui anak buah terlibat
Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berniat menyisir pelanggannya yang menikmati listrik subsidi. Apalagi ditemukan fakta terlalu banyak pengguna subsidi listrik yang ternyata bukan masuk kategori rakyat miskin.
Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menceritakan, pihaknya menemukan rumah mewah yang memakai listrik subsidi atau yang berkapasitas daya 900 VA. Biasanya, kata dia, dalam satu rumah mewah terdapat tiga meteran listrik dengan daya listrik subsidi.
"Jadi bayarnya yang subsidi. Padahal rumahnya besar ada mobil mewahnya," kata Sofyan di Jakarta, Rabu (15/7).
Selain rumah mewah, pemilik rumah kost juga banyak melakukan pelanggaran dengan memanfaatkan tarif listrik subsidi. Namun Sofyan merahasiakan lokasi rumah mewah maupun rumah kost yang dimaksud.
Dia mengungkap itu sebagai bukti banyak masyarakat Indonesia memanfaatkan listrik subsidi. Padahal kehidupannya tergolong mampu.
Mantan Dirut BRI ini sadar, tidak hanya masyarakat yang bandel tapi anak buahnya juga terlibat dalam pelanggaran ini. Dia berjanji bakal menindak anak buahnya yang terbukti terlibat.
"Ini tidak hanya dari masyarakatnya, tapi ini ada (bantuan) orang PLN juga," ungkapnya.
Direktur Niaga, Manajemen Risiko dan Kepatuhan PLN Nicke Widyawati menambahkan, daya listrik rumah tangga sesungguhnya sudah disesuaikan dengan pemakaian listrik. Untuk daya sebesar 450 VA - 900 VA biasanya dipakai rumah ukuran 21 dan 36.
"Biasanya itu listrik dipakai untuk setrika, air, dan kulkas. Jadi sudah ada ukurannya," jelasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya