Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rumah kelas menengah ke bawah bakal jadi primadona tahun ini

Rumah kelas menengah ke bawah bakal jadi primadona tahun ini perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-Pera) memperkirakan angka pembangunan rumah kelas menengah ke bawah pada tahun ini akan meningkat. Alasannya, kebutuhan masyarakat akan rumah diperkirakan alami peningkatan di 2016 seiring dengan kemudahan perizinan pembangunan rumah sehingga membuat prospek rumah menengah ke bawah lebih potensial.

"Angka pembangunan rumah menengah ke bawah pada tahun 2016 ini diperkirakan akan mengalami kenaikan," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera Syarif Burhanuddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (23/1).

Menurut Syarif, pemerintah akan terus berupaya mempermudah regulasi-regulasi yang berkaitan dengan program perumahan untuk masyarakat. Selain itu, bantuan dalam pembiayaan perumahan dari pemerintah juga menjadi salah satu hal yang diperlukan guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Syarif menegaskan masyarakat di negara manapun baik yang berasal dari kalangan ekonomi atas maupun mereka yang kurang mampu akan membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal mereka. Untuk itu, pemerintah melaksanakan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan sejak tahun lalu.

"Sebuah negara dikatakan sebagai negara maju jika masyarakatnya sudah tinggal di rumah yang layak huni," jelas dia.

Berdasarkan data yang ada, tercatat kenaikan signifikan permintaan rumah untuk MBR. KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2014 hanya 70.000 unit. Sedangkan pada 2015, angkanya melesat menjadi 134.000 unit rumah.

"Dari sisi ekonomi rumah selain bisa menjadi aset dan jaminan kehidupan masyarakat juga memiliki sisi sosial yakni menjadi cerminan harkat dan martabat manusia. Dan properti bisa menjadi pilihan masyarakat dan dapat mendorong perekonomian Indonesia," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Umum REI Eddy Hussy mengatakan, siklus properti di Indonesia saat ini memang sedang naik turun. Namun, pemerintah tetap harus mengontrol pembangunan rumah yang ada untuk masyarakatnya.

"Adanya Program Sejuta Rumah memang sangat membantu masyarakat untuk memiliki rumah yang layak khususnya rumah untuk MBR. Dan saat ini rumah kelas menengah ke bawah memang menjadi pilihan masyarakat," kata Eddy. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP