Rudi: Industri jangan menjerit karena kenaikan TDL
Merdeka.com - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui adanya kenaikan rata-rata nasional Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen untuk kalangan industri dan bisnis. Namun, kenaikan tersebut mendapat penolakan dari kalangan industri.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan seharusnya industri jangan menolak kenaikan tersebut. Pasalnya, kalangan industri sudah mendapatkan subsidi hampir ratusan miliar.
"Industri dapat Rp 20 triliun dibagi sekian pelanggan, mereka dapat miliaran. Sedangkan golongan rumah tangga dapat Rp 40 triliun tetapi itu untuk 39 juta pelanggan. Yang sudah dapat ratusan miliar malah menjerit kan sekarang, mau Judicial Review ke MK. Yang benar saja sudah dapat ratusan miliar masih menjerit," ujar Rudi yang ditemui usai melaksanakan shalat Jumat di Kantornya, Jakarta, Jumat (21/9).
Rudi menambahkan dari kenaikan TDL tersebut memang adanya kenaikan harga barang sehingga dapat berimplikasi pada naiknya inflasi 0,3 persen. "Sudah dihitung sama Menkeu, naiknya 0,3 persen inflasinya. Percayalah sama mereka, mereka kan ahlinya," pungkasnya.
Seperti diketahui pemerintah masih memberikan subsidi listrik sebesar Rp 37,08 triliun untuk golongan rumah tangga R1 450 VA dan 900 VA. Sementara Industri golongan 13 di atas 200 kVA disubsidi Rp 13,18 triliun dengan jumlah 10.486 pelanggan.
Golongan industri 1.4 atau 30.000 kVA ke atas mendapatkan subsidi Rp 4,74 triliun dengan jumlah 74 pelanggan, kemudian industri golongan 1.2 diatas 14 kVA sampai dengan 200 kVA disubsidi hingga Rp 1,48 triliun dengan jumlah pelanggan sebanyak 31.347 pelanggan. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya