Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RJ Lino sebut Pelindo di era Rizal Ramli berantakan

RJ Lino sebut Pelindo di era Rizal Ramli berantakan Pelabuhan Tanjung priok. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Perseteruan antara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino kian memanas. Aksi saling tuding pun terjadi.

Setelah Rizal Ramli menuduh RJ Lino lakukan pembohongan publik, giliran bos Pelindo II balik menyerang mantan Kepala Bulog itu. Lino menyebut sejak Pelindo II kembali menjadi perusahaan pelat merah pada 2009 lalu, dirinya klaim sudah melakukan berbagai perubahan.

"Priok sekarang bersih. Anda kalau taruh jempol di lantai, kalau kotor saya kasih hadiah. Beda dengan zaman Rizal Ramli waktu jadi Menko zaman Gusdur," ujar Lino di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (30/10) kemarin.

Untuk diketahui, Rizal ramli menjabat sebagai Menko bidang Perekonomian era mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada 1999-2000. "Ini sekarang kantor baru. Saya perbaiki kantornya. Di dalam kantor file di mana-mana Coba lihat hari ini. Kantor bersih. Hampir enggak ada kertas di mana-mana," klaim Lino.

Lino mengungkapkan, pada tahun 1999, Pelabuhan Tanjung Priok jauh dari layak. Hal itu terlihat banyaknya lubang serta para pedagang yang menjajakan dagangannya di atas kontener.

"‎Bongkar muat kapal itu dulu pakai crane kapal semua. Jadi lama banget. Crane yang waktu itu dibilang Bareskrim enggak di pakai, nih lihat di pakai kok. Alat ini di pakai bukan enggak di pakai. Berbeda dengan 5-6 tahun lalu," beber Lino.

Selain itu, Lino menuding Rizal yang berbohong terkait pembongkaran beton yang menutupi rel kereta api untuk melintas di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Rizal Ramli. Menurutnya, hal tersebut adalah pembohongan publik karena sejatinya rel tersebut tidak ditutup secara permanen.

"‎Ini pembohongan publik. Ini kan rel KA, bagian itu tidak ditutup beton. Karena rel ini sampai di dermaga digunakan kalau ada gerbong KA, atau ada KA yang kita impor kalau mau masuk. Karena tingkat pemakaiannya rendah bukan berarti kita tutup selamanya," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP