Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RJ Lino bantah halangi kehadiran kereta di Pelabuhan Tanjung Priok

RJ Lino bantah halangi kehadiran kereta di Pelabuhan Tanjung Priok Rizal Ramli bongkar jalan penutup rel. ©2015 foto: Efrimal Bahri

Merdeka.com - Tuduhan demi tuduhan diarahkan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli untuk Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino. Salah satunya adalah menjadi biang kerok tidak dihidupkannya jalur kereta di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menekan ongkos distribusi barang.

Terkait tuduhan itu, Lino berkelit jika pembangunan kereta pelabuhan masih terkendala pembebasan lahan. "Dari 30 tahun lalu itu lahan untuk kereta api sudah kita sediakan. Tapi kenapa kereta api enggak masuk-masuk?" kilah Lino kepada wartawan di Hotel JS. Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).

Proyek kereta pelabuhan ini telah diambil alih oleh PT Kereta Api Indonesia dari Kementerian Perhubungan. Namun, KAI masih terkendala pembebasan lahan untuk ruas Stasiun Pasoso hingga Tanjung Priok.

Dari total lahan yang harus dibebaskan seluas 6.151 di Kelurahan Koja, Jakarta Utara, baru 4.554 meter persegi lahan atau 27 kepala keluarga yang telah dibebaskan. Sisanya 1.597 meter persegi atau 9 kepala keluarga belum dibebaskan.

"Jadi bukan saya yang menghalangi adanya kereta api di Pelabuhan," tambahnya.

Pada dasarnya, Lino setuju moda pengangkutan kereta menjadi salah satu solusi masalah distribusi pelabuhan. Namun, juga yang menjadi perhatiannya ialah intensitas pengangkutan menggunakan kereta akan rendah. Sebab, jalur kereta harus berbagi dengan kereta pengangkut manusia.

"Market share (pangsa pasar) kereta barang pelabuhan saya enggak percaya sampai 3 persen karena angkutan barang hanya bisa lewat malam hari saat angkutan penumpang berkurang. Dengan demikian priok kalau market sharenya hanya 3 persen itu sangat istimewa," bebernya.

"Jadi apa gunanya 3 persen untuk mengurangi kemacetan? Hampir tidak ada. Jadi harus ada solusi yang istimewa," tambah Lino.

Melihat jalur kereta api bukanlah penyelesaian atasi kemacetan, Lino sesumbar telah mengantongi solusi lain. "Kita mau kirim barang dari Priok ke Cikarang, Bekasi lewat kanal. Ini nanti bisa untuk 150 kontener. Itu panjangnya 3 Km," jelasnya.

Solusi tersebut pun diklaim Lino mampu menekan ongkos distribusi hingga sekitar USD 30 sampai USD 50 dibanding ongkos yang saat ini berlaku.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli berupaya untuk menghidupkan kembali jalur kereta pelabuhan untuk mengurai proses distribusi barang di Tanjung Priok.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP