Rizal Ramli: Saban Freeport mau perpanjang kontrak, terjadi keanehan
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan pemerintah bisa memerpanjang kontrak Freeport Indonesia. Asalkan, perusahaan tambang berinduk di Amerika Serikat itu memenuhi sejumlah permintaan.
Diantaranya, peningkatan royalti, perbaikan penanganan limbah, divestasi saham, dan pembangunan smelter.
"Saya katakan di masa lalu setiap kali Freeport mau perpanjangan kontrak terjadi yang aneh-aneh. Kami ingin indonesia dibelakukan secara adil dan transparan. Saya yakin kalau dilakukan, itu akan bagus buat perusahaan asing yang ada di Indonesia," katanya saat Asean-US Business Council, Jakarta, Kamis (12/11).
Pertemuan dihadiri perwakilan sekitar 30 perusahaan asing tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat. Puluhan perusahaan asing ingin mempelajari lebih dalam mengenai iklim bisnis di Indonesia.
"Mereka ingin tahu apa saja yang telah dilakukan pemerintah. Kemudian kami menjelaskan, semenjak reshuffle, pertama dilakukan presiden Jokowi, mulai banyak inisiatif, perubahan dan strategi untuk memperbaiki iklim bisnis di Indonesia," terangnya.
"Saya tadi beri contoh, kalau ada investor mau masuk kawasan Industri, dulu untuk dapat beroperasi butuh waktu 6 bulan lebih. Sekarang hanya butuh 3 hari."
Rizal memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bakal di atas 5 persen.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya