Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ridwan Kamil Soal Harga Kedelai Mahal: Terkendala di Logistik

Ridwan Kamil Soal Harga Kedelai Mahal: Terkendala di Logistik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, mahalnya harga kedelai diakibatkan terkendala saat pengiriman. Mengingat, bahan baku tempe tahu masih diimpor, sehingga distribusi sangat menentukan ketersediaan pasokan.

Terlebih lagi dengan adanya buka tutup impor akibat covid-19 juga menjadi faktor langkanya pasokan kedelai.

"Karena impornya yang saya tahu banyak mayoritas dari Amerika serikat, dan problem kita selama Covid itu logistik ya. Jadi perahu kapal dan kontainer jadi kendala-kendalanya," kata Ridwan kepada wartawan, Senin (21/2).

Selain itu, tingginya konsumsi tahu tempe juga berdampak pada langkanya tahu dan tempe. "Jadi aspirasi dari pedagang-pedagang yang berhubungan tahu tempe, saya konsumen tahu tiap hari dan juga tempe tentulah terdampak juga," ujarnya.

Sebelumnya, lebih dari 300 perajin tahu di Kota Bekasi melakukan mogok produksi selama tiga hari mulai Senin (21/2) besok hingga Rabu mendatang. Sedulur Perajin Tahu Indonesia (SPTI) Koordinator Wilayah Kota Bekasi, Sugeng mengatakan, keputusan mogok produksi dikarenakan harga kedelai yang terus melonjak.

"Kalo perajinnya (di Kota Bekasi) 300-an rata-rata karyawannya 5 hingga 10. aksi mogok, karena kondisi seperti ini bahan bahan tidak terjangkau," jelasnya, Minggu (20/2).

Selain harga kedelai yang melonjak, lanjut Sugeng, dirinya juga meminta pemerintah pusat untuk menetapkan harga kedelai yang setiap hari terus naik. "Soalnya selama ini kedelai naiknya langsung, hampir setiap hari naik terus, jadinya pengen mengerti pemerintah kasih kesepakatan harga untuk UKM ini berapa," jelasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP