Ridwan Kamil Harap Ekspor Mampu Mempercepat Pemulihan Ekonomi
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, ekspor produk pertanian dan perkebunan Jabar masih yang tertinggi di Indonesia. Terbaru, Jabar mengirim 20 ton teh ke Uni Emirat Arab.
Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, teh masih menjadi komoditas unggulan dari Jawa Barat selain kopi. Sektor ini pun relatif tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi Covid-19.
Khusus produk teh, kontribusi Jabar terhadap total produksi teh nasional sebesar 69,15 persen, disusul Jawa Tengah (9,06%), Sumatera Utara (6,20%), Sumatera Barat (5,70%) dan Jambi sebesar (2,59%).
"Ekspor kita tetap rangking satu, tak terkecali produk teh," ucap dia melalaui siaran pers yang diterima, Sabtu (27/3).
Emil berharap, kinerja ekspor yang terjaga bisa berpengaruh banyak terhadap recovery rate atau angka pemulihan ekonomi Jabar pasca Covid-19. Pekan ini diketahui recovery rate Jabar terus meningkat di angka 58 setelah minggu sebelumnya di angka 48.
"Kalau nol ekonomi berhenti, kalau 100 itu sudah normal. Alhamdulillah ekonomi Jabar hasil laporan minggu ini recovery rate-nya di angka 58, dua minggu lalu di 48, kita terus bergerak," ujarnya.
Ekonomi Jabar diprediksi akan tumbuh positif 4,5 persen pada akhir tahun 2021. Kang Emil optimistis angka tersebut akan tercapai seiring bergeraknya ekonomi dan vaksinasi.
"Mudah-mudahan sesuai prediksi akhir tahun 2021 ekonomi Jabar bisa tumbuh positif 4,5 persen, salah satunya dengan pergerakan ekonomi lewat ekspor teh," terang dia.
Luas lahan perkebunan teh di Jabar berdasarkan Data Statistik Perkebunan tahun 2019 tercatat seluas 85.234 hektare. Terdiri dari perkebunan rakyat (45.240 Ha), perkebunan besar swasta (20.652 Ha) dan perkebunan besar Negara (19.342 Ha).
Perkebunan teh di Jabar tersebar di 11 Kabupaten yaitu Kabupaten Bandung (18.968 hektare), Bandung Barat (2.900 ha), Bogor (1.998 ha), Ciamis (174 ha), Cianjur (22.881 ha), Garut (6.822 ha), Majalengka (672 ha), Purwakarta (4.706 ha), Subang (2.350 ha), Sukabumi (13.187 ha), Sumedang (525 ha) dan Tasikmalaya (10.052 hektare).
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya