RI Waspadai Dampak Kebijakan AS Kembali Kenakan Tarif Tambahan Impor China
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melakukan serangan perang dagangnya. Kali ini dia kembali mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen terhadap barang asal China senilai USD 300 miliar per 1 September mendatang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal tersebut akan membuat ketidakpastian terus terjadi. Apalagi skenario mengenai kondisi perang dagang AS dan China itu sudah masuk dalam perhitungan pelemahan ekonomi tahun ini. Di mana perekonomian dunia akan turun sampai 0,5 persen sendiri.
"Jadi seluruh negara-negara itu akan mengalami adjustment karena tantangan untuk eksternal balance mereka akan berubah terutama dari ekspor dan impor. Kita juga melihat tekanan terhadap perdagangan internasional juga sudah terlihat di dalam kinerja ekspor kita," kata dia, di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (2/8).
Oleh karena itu, dia menegaskan pihaknya akan tetap fokus kepada bagaimana faktor domestik dapat menahan pelemahan tersebut. Sebab, waktu pertemuan G20 di Osaka, dirinya dan banyak pihak berharap akan terjadi kesepakatan antar kedua negara tersebut. Namun rupanya tidak ada tanda-tanda yang menggembirakan.
"Jadi kita juga akan harus terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya perang dagang yang eskalasinya memang sudah disampaikan satu tahu terakhir," tutupnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya