RI Turun Kelas jadi Negara Berpendapatan Menengah Bawah, Rupiah Ditutup Melemah
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 42 poin di level Rp14.525 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.482 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.510 hingga Rp14.600 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pergerakan mata uang Garuda dipengaruhi oleh penurunan kelas Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income) oleh Bank Dunia. Hal ini disebabkan belum tertanganinya lonjakan pandemi Covid-19 sampai saat ini.
"Tercatat bahwa Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto Indonesia saat ini sebesar USD 3.979 per kapita. Artinya Indonesia turun satu kasta setelah 2019 lalu Indonesia berperingkat sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income)," katanya, Jakarta, Kamis (8/7).
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 pada 2020 telah membuat perekonomian Indonesia luluh lantak. Ekonomi Indonesia pada tahun 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan 2,07 persena dibandingkan tahun 2019. Realisasi tersebut merupakan kontraksi yang terparah sejak 1998.
Kendati demikian, pemerintah optimistis Indonesia bisa kembali menjadi negara berpendapatan kelas menengah ke atas. Apabila pandemi covid-19 sudah berakhir. Ini perlu kerja sama antar lembaga, baik pemerintah maupun masyarakat guna untuk menghentikan lonjakan penyakit virus corona (Covid-19) serta dibarengi dengan vaksinasi massal.
Secara bersamaan, Bank Indonesia (BI) kemarin melaporkan cadangan devisa (cadev) per akhir Juni 2021 sebesar USD 137,1 miliar, naik USD 700 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,2 bulan impor atau 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya