RI-Singapura perkuat kerja sama investasi dan vokasi di sektor industri
Merdeka.com - Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan kerja sama di bidang investasi dan pendidikan vokasi, khususnya di sektor industri. Hal ini semakin memperkuat kemitraan kedua negara dalam melengkapi potensi ekonomi.
"Singapura merupakan salah satu negara tetangga yang memiliki peran strategis bagi kepentingan Indonesia maupun kawasan," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (18/2).
Airlangga menjelaskan, pihaknya telah mendorong Singapura agar dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia. Di mana konsepnya terintegrasi serupa dengan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.
"Kami menawarkan di Kalimantan Utara (Tanah Kuning), Sumatera Utara (Kuala Tanjung) dan Sulawesi Utara (Bitung)," jelasnya.
Pertemuan Airlangga dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan beberapa waktu lalu, juga membahas mengenai Bilateral Investment Treaty dan negosiasi pembaharuan Double Taxation Agreement. Di samping upaya peningkatan investasi, Indonesia-Singapura juga menjalin sinergi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi.
"Contohnya, pembangunan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIK yang rencananya tahun ini menerima mahasiswa baru sebanyak 96 orang untuk tiga prodi," jelas Airlangga.
Komitmen kerja sama di bidang pendidikan vokasi, juga terimplementasi melalui penandatanganan MoU antara Menperin RI dengan Menteri Pendidikan Singapura, Technical Arrangement (TA) antara Sekjen Kemenperin dengan Direktur Kampus Institute of Technical Education (ITE) Singapura, dan Collaborative Agreement antara Kapusdiklat Industri dengan ITE Education Services (ITEES) Singapura.
"Langkah tersebut sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk mendorong setiap kawasan industri baru dilengkapi dengan fasilitas pendidikan vokasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Menperin menyampaikan, sebanyak 25 kepala sekolah dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Indonesia akan mengikuti pelatihan kepemimpinan di Kampus ITE Singapura. "Leadership Training Workshop ini dilaksanakan di Kampus ITE Singapura mulai tanggal 19 Februari sampai 3 Maret 2018," ucapnya.
Peserta tersebut terdiri dari guru produktif di bidang permesinan, tehnik pemanfaatan instalasi tenaga listrik dan tehnik otomasi industri. Mereka di antaranya berasal dari SMK di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya