Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RI punya cita-cita jadi poros maritim dunia tapi krisis insinyur

RI punya cita-cita jadi poros maritim dunia tapi krisis insinyur Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Deputi III Koordinasi Sumberdaya dan Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin, mengatakan Indonesia masih perlu banyak pembenahan untuk menjadi poros maritim dunia. Menurutnya, saat ini saja, Indonesia masih kekurangan banyak tenaga ahli atau insinyur bidang kelautan.

"Tenaga ahli dan teknis, kita kekurangan insinyur. Kita hanya ada 3 orang insinyur per 1.000 penduduk. Vietnam saja ada 9 orang insinyur per 1.000 penduduk," jelasnya dalam Rakenas Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (7/11).

Selain itu, Indonesia butuh setidaknya 5.000 kapal besar. Saat ini, Indonesia justru kelebihan sekitar 400.000 kapal kecil.

"Untuk perikanan, saya bolak balik mengatakan, kalau kita mau menguasai laut kita di bidang perikanan, kapal besar harus tambah. Ini yang mungkin dengan kebijakan KKP bisa didorong. Supaya mengibarkan nelayan kita di laut itu kapal kita harus besar-besar," jelasnya.

Kemudian, pelabuhan di Indonesia juga harus direnovasi agar bisa menampung kapal berukuran besar.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP