RI-Malaysia rencana perbarui perjanjian dagang lintas batas
Merdeka.com - Indonesia dan Malaysia berencana memperbarui perjanjian perdagangan lintas batas. Itu akan dibicarakan dalam forum Indonesia-Malaysia Joint Trade and investment Commitee (JTIC).
"Perjanjian perdagangan wilayah terakhir kali tahun 1970. Jadi kami bermaksud meng-update perjanjian perdagangan. Saya sambut gembira ini meeting kedua setelah berhenti 8 tahun lalu," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Jakarta, Kamis (30/6).
Forum bilateral tersebut bakal membahas sejumlah isu krusial. Antara lain, investasi, kerja sama pengembangan industri minyak sawit, dan pengurangan hambatan perdagangan antarkedua negara.
"Target kami sebelum pertemuan di awal Agustus semoga bisa disampaikan kepada kedua kepala negara mengenai border trade agreement ini yang sudah 30 tahun usianya. Semoga dapat perbarui."
Menurut Thomas, langkah ini bisa menggenjot perdagangan kedua negara hingga mencapai USD 30 miliar. Selain itu, menumbuhkan industri di wilayah perbatasan Tawau-Nunukan.
"Ada beberapa industri tertarik bangun pabrik di kota-kota perbatasan, sehingga berpotensi ciptakan ribuan tenaga kerja buat Indonesia," katanya.
Adapun industri dimaksud antara lain makanan-minuman, dan manufaktur.
Seiring itu, lanjut Thomas, kedua negara juga akan membicarakan perihal mobilitas tenaga kerja.
"Ini menyangkut pergerakkan buruh Indonesia yang mau bekerja di Malaysia sehingga bisa bolak-balik dengan mudah. Seperti halnya Malaysia dan singapura, kami buat sarana seperti kartu imigrasi ekspress. Supaya penduduk di kedua sisi bisa pindah lebih mudah." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya