Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RI Lirik Volkswagen dan BASF jadi Investor Industri Kendaraan Listrik

RI Lirik Volkswagen dan BASF jadi Investor Industri Kendaraan Listrik Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pemerintah tengah berusaha mengembangkan industri kendaraan listrik, termasuk untuk baterai. Bahkan sudah ada sejumlah investor yang dipastikan akan berinvestasi, serta beberapa calon investor baru.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan saat ini pemerintah sedang berkomunikasi dengan produsen mobil listrik asal Jerman yaitu Volkswagen (VW). Perusahaan Jerman lain yang sedang didekati adalah BASF.

"BASF dalam proses komunikasi, Tesla dalam proses komunikasi. Kemudian juga ada VW dalam proses komunikasi," kata Bahlil dalam MNC Group Investor Forum 2021 pada Rabu (3/3).

Sementara itu, saat ini sudah ada dua perusahaan yang dipastikan akan berinvestasi di Indonesia yaitu Contemporary Amperex Technology (CATL) dari China dengan nilai investasi USD 5,2 miliar, dan LG senilai USD 9,8 miliar. Keduanya berinvestasi untuk industri baterai terintegrasi.

Komunikasi dengan BSA terkait untuk prekursor dan katoda, sedangkan Tesla untuk ekosistem industri mobil listrik.

Terkait dengan investasi ini, kata Bahlil, pemerintah mengurus semua perizinan untuk mempermudah para investor.

"Pemerintah mengurus perizinannya semua. Jadi sekarang investor datang ke BKPM yang terkait industri strategis, kita akan kasih insentif fiskal, tax holiday, akan kita urus perizinan dengan tema silakan bawa modal dan teknologi, nanti perizinannya lewat BKPM," ungkapnya.

Industri Baterai Kendaraan Listrik RI Ditaksir Butuh Investasi Hingga Rp 244,7 T

kendaraan listrik ri ditaksir butuh investasi hingga rp 2447 t rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Industri Electric Vehicle Battery (EV Battery) BUMN, Agus Tjahajana, mengatakan pembangunan industri baterai kendaraan listrik membutuhkan investasi USD 13,4 hingga USD 17,4 miliar atau berkisar Rp 188,4 - Rp 244,7 triliun (kurs Rp 14.064). Investasi ini untuk ekosistem industri dari hulu sampai ke hilir.

"Nilai investasi baterai EV dari hulu sampai hilir, terendah sampai ke tertinggi untuk kapasitas sel hingga 140 Giga Watt Hour (GWh) sekitar USD 13,4 sampai dengan USD 17,4 miliar," kata Agus yang juga merupakan Komisaris Utama MIND ID, dalam RDP dengan Komisi VII pada Senin (1/2).

Pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB). Pemerintah juga sudah menyiapkan rencana roadmap pengembangan industri baterai EV hingga 2027.

Pada 2022, Original Equipment Manufacturer (OEM) mulai memproduksi EV di Indonesia. Produksi baterai EV dari hulu ke hilir direncanakan akan mulai beroperasi pada 2024.

Sebagai bagian dari rencana ini, Badan Usaha Milik Negara akan membentuk konsorsium Indonesia Battery Holding (IBH) dengan masing-masing porsi saham 25 persen untuk Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

"Konsorsium IBH harus memastikan penyelarasan soal target, jadwal, proyek, produk di sepanjang ekosistem baterai hulu hingga hilir," jelas Agus mengenai salah satu tugas konsorsium IBH.

Kementerian BUMN sedang berkomunikasi dengan berbagai kementerian termasuk Kementerian Keuangan dan ESDM agar pemain-pemain dunia di sektor EV mau datang dan nyaman berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, BUMN juga bersinergi dengan lembaga pemerintah non kementerian untuk melakukan pengembangan dan penelitian yang bertujuan meningkatkan daya saing industri EV Indonesia, termasuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait implementasi charging station, serta pengembangan dan pembuatan prototype sel baterai berbasis lithium ion di Universitas Sebelas Maret (UNS).

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP