RI-China harus kompak tingkatkan perdagangan
Merdeka.com - Peran Indonesia di kawasan regional Asia Tenggara sudah diakui dunia internasional sejak berdirinya ASEAN. Peran ini diyakini akan semakin kuat ketika dicanangkan zona perdagangan bebas (free trade area/FTA) di kawasan ASEAN pada 2015.
Untuk memperkuat peran ini, dukungan China dinilai sangat penting dan berperan strategis. Untuk itu, kerjasama perdagangan Indonesia-China perlu ditingkatkan dan diperkuat.
"Indonesia-China punya peranan kunci untuk perekonomian global. Kita harus meningkatkan perdagangan bilateral," kata Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo dalam acara Forum Bisnis China-Asean di Jakarta, Kamis (12/4).
Tahun lalu, kata Iman, China, Rusia, dan Indonesia dikenal dengan ekonomi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh lebih dari 60 persen konsumsi domestik. Tingkat dan iklim investasi Indonesia juga semakin baik. Rasio utang terhadap PDB masih di kisaran 35 persen.
"Ini cukup sehat. Selama 5 tahun terakhir volume perdagangan Indonesia juga terus meningkat. Tahun lalu volume perdagangan kita USD 203 miliar," papar Iman.
Dengan adanya FTA, kawasan ASEAN semakin mendapat perhatian dari AS dan Uni Eropa. Selain itu, keberadaan FTA akan meningkatkan konsolidasi kerjasama ekonomi di Asia Timur.
Peredaran barang dan jasa di kawasan berpenduduk 3,3 miliar ini berpotensi semakin luas. Sebab, pemerintah memiliki target masuk dalam jajaran 12 negara dengan ekonomi terbesar pada 2025.
(mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya