Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rest Area Rugi Rp2 Miliar Imbas Larangan Mudik

Rest Area Rugi Rp2 Miliar Imbas Larangan Mudik Pembatasan Waktu di Rest Area Selama Pandemi. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Larangan mudik yang berlaku sejak 6 Mei Hingga 17 Mei 2020 membuat pemasukan pendapatan sejumlah rest area jalan tol turun drastis. Padahal, mudik menjadi salah satu penopang pendapatan yang paling ditunggu-tunggu pengelola rest area.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Rest Area Indonesia (Aprestindo), Widie Wahyu GP mengatakan, rest area mengalami kerugian sebesar Rp2 miliar pada Lebaran tahun ini. Kerugian tersebut mencakup seluruh rest area di Indonesia.

"Kerugian keseluruhan rest area se-Indonesia itu bisa mencapai Rp20 miliar, bisa lebih malah," ujar Widie kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (13/5).

Kerugian ini terjadi karena rest area harus tetap membayar kebutuhan operasional secara normal sementara pemasukan tertekan akibat larangan mudik. Belum lagi pengusaha diwajibkan untuk membayar THR tepat waktu.

"Karena kan operasional rest area tetap beroperasi seperti biasa. Walaupun omset kecil. Jadinya, misalkan kayak KFC, MCD yang biasanya buka 24 jam, sekarang hanya jam 11 siang- 9 malam, karena untuk kurangi cost listrik, gas, jadi mereka kurangi jam kerja," paparnya.

Dia menambahkan, rest area yang masih berjalan normal saat ini adalah rest area Jabodetabek, Jakarta-Tangerang kemudian Jagorawi.

"Rest area yang masih hidup itu, masih ramaietu, yang rest area jabodetebek, kayak rest area di Jagorawo KM 10, rest area Jakarta-Tangerang Km 13,5 sama 14 itu masih ramai. Karena aglomerasi Jabodetabek yang gak ada larangan yah pak?) iyah, dan kan kantor masih beroperasi (di Jakarta dan sekitarnya)," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP