Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Respons Menko Luhut Soal Usul Penghentian Operasional KRL Selama PSBB

Respons Menko Luhut Soal Usul Penghentian Operasional KRL Selama PSBB Menko Luhut dan Menteri Budi Karya Sumadi di HUT ke-9 Gojek. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Daerah Kota Bogor, Depok dan Bekasi meminta operasi Kereta Rel Listrik (KRL) dihentikan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Usulan itu berdasarkan hasil rapat para kepala daerah setempat.

Menanggapi itu, Plt. Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan realisasi usulan tersebut perlu dilakukan pengkajian. Pelaksanaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Kalau soal mau nutup KRL kita lihat, kan tidak kayak balik tangan semua," kata Menteri Luhut dalam video konferensi di Channel Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Jakarta, Selasa (14/4).

Menteri Luhut melanjutkan, penutupan aktivitas KRL bisa membuat seseorang tidak bisa bepergian dalam hal penting. Misalnya menyangkut masalah logistik. Dia tak ingin masalah logistik jadi terganggu.

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB, sudah ada aturan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Pengajuan pelaksanaan PSBB pun ada di tangan Menteri Kesehatan Terawan.

Saat ini pelaksanaan PSBB sudah berjalan di DKI Jakarta. Dalam hal ini pemerintah nantinya akan membuat evaluasi pelaksanaannya.

Hasil survei evaluasi terhadap pelaksanaannya nanti akan jadi acuan penetapan kebijakan selanjutnya. "Minggu depan kami ada survei lagi mengenai ini. Nanti dari hasil ini saya kira kita bisa tentukan," kata Menteri Luhut.

Hati-Hati Ciptakan Aturan Saat Ada Corona

ciptakan aturan saat ada coronaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengaku heran dengan kasus penyebaran virus corona di Indonesia. Dalam tiap pembaharuan informasi yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 menunjukkan data jumlah korban meninggal akibat virus ini tidak sebanyak negara lainnya.

"Kenapa jumlah kita yang meninggal, maaf sekali lagi, itu angkanya tidak sampai 500. Padahal jumlah penduduk 270 juta," kata Menko Luhut.

Sudah ada 4.000 orang terjangkit. Namun, angka kematian masih di bawah 500 orang. Kondisi ini berbeda dengan Amerika Serikat yang jumlah penduduknya lebih banyak 60 juta orang.

Jumlah pasien terinfeksi di Amerika Serikat kata Menko Luhut tembus di angka 560.000 jiwa. Jumlah pasien meninggal akibat virus ini mencapai 22.000. "Jadi untuk menyikapi ini, yang ingin saya jelaskan, itu juga harus hati-hati cermat, tidak grusa-grusu juga harus pas," kata Menko Luhut.

Dia menegaskan, pemerintah terus bekerja untuk menangani pandemi global ini. Dia menepis jika dalam penanganan pemerintah bergerak lambat.

Sebaliknya, pemerintah melakukan dengan hati-hati dan cermat. Pemerintah memastikan rakyat kecil menerima jaring pengaman sosial selama pademi ini berlangsung.

Berbagai bantuan yang diberikan di di antaranya Kartu Prakerja dan bantuan langsung tunai (BLT).

"Minggu ini jalan. Kita harap Minggu depan semua jalan dengan bagus. Jadi kalau itu sudah jalan nanti lihat langkah berikutnya apa lagi," kata Menko Luhut mengakhiri.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP