Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Respons GP Farmasi Soal Harga Obat Terapi Covid-19 Ivermectin Melonjak Tinggi

Respons GP Farmasi Soal Harga Obat Terapi Covid-19 Ivermectin Melonjak Tinggi Ivermectin 12 mg produksi PT Indofarma Tbk. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Harga obat ivermectin melonjak mahal usai mendapat Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) sebagai obat terapi penanganan covid-19 dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, Kamis (1/7), harga ivermectin di platform aplikasi kesehatan seperti Halodoc, Ivermectin 12 mg isi 20 tablet dijual dengan harga Rp 195.000 hingga Rp 197.100 per setrip. Sementara di Blibli.com harga Ivermectin mencapai Rp 650 ribu hingga Rp 699 ribu. Kemudian Bukalapak Rp 450 ribu.

Sekjen Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Andreas Bayu Aji mengatakan, diperlukan pengaturan oleh para pemangku kepentingan agar harga obat sesuai dengan aturan pemerintah.

"Mencermati adanya kenaikan harga dan mekanisme mendapatkan obat tersebut, yang tampaknya sudah tidak sesuai dengan aturan yang ada, tentu perlu diatur dan ditata kembali oleh para pemangku kepentingan agar tidak menimbulkan masalah terutama bagi pasien," kata Andreas kepada Liputan6.com.

Menurutnya, harga obat sebenarnya sudah ditentukan oleh pemerintah dan tercantum dengan jelas di setiap kemasannya. Begitupun untuk mekanisme pemberian obat kepada pasien juga tertera jelas dan diatur dengan tegas oleh ketentuan perundangan.

Sebelumnya Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito telah mengingatkan agar masyarakat membeli ivermectin harus dengan resep dokter.

"Untuk kehati-hatian, Kami menghimbau kepada masyarakat dengan adanya pelaksanaan uji klinik maka masyarakat agar tidak membeli obat ivermectin secara bebas termasuk juga tidak membeli melalui platform online yang illegal," kata Penny.

Rencana, Harga Obat Terapi Covid-19 Ivermectin Paling Mahal Rp7.000 per Tablet

obat terapi covid 19 ivermectin paling mahal rp7000 per tabletRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah memastikan rakyat akan mendapat obat terapi murah untuk pencegahan dan penyembuhan dari virus Corona. Percepatan uji klinis yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap Ivermectin sebagai obat terapi pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19 akan menjadi game changer terbaru agar Indonesia bisa mengendalikan pandemi ini.

Hal itu ditekankan Menteri BUMN, Erick Thohir menanggapi langkah BPOM yang tengah melakukan uji klinis Ivermectin sebagai obat terapi pasien Covid-19. Persiapan pun sudah dilakukan PT Indofarma untuk memproduksi obat Ivermectin secara massal sehingga ketika uji klinis selesai dilakukan dan izin edar sudah dikeluarkan BPOM, maka obat tersebut siap diproduksi besar-besaran dalam waktu singkat.

"Secara infrastruktur kami siap untuk memproduksi Ivermectin secara massal. Obat ini akan menjadi obat terapi yang murah bagi rakyat, terlebih Indofarma sudah menyiapkan produksi sebesar 4,5 juta tablet per bulan," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Senin (28/6).

"Jika uji klinis BPOM selesai dan sudah keluar izin edarnya sebagai tanda bahwa obat Ivermectin ternyata baik untuk kita semua, maka produksi ini akan kita genjot demi mengurangi dengan cepat kasus positif Covid-19," sambungnya.

Penyediaan obat terapi Covid-19 yang murah memang menjadi perhatian utama Menteri Erick Thohir. Hal ini tak lain agar masyarakat yang lebih memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan pokok di tengah pandemi ini tidak lagi terbebani dengan harga obat yang mahal. Menurut rencana harga obat terapi Ivermectin akan dibanderol dengan harga antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 setiap tabletnya.

"Dengan harga obat yang murah dan terjangkau, saya yakin rakyat akan bisa mendapatkannya dengan mudah dan tidak akan menjadi beban. Terlebih untuk pencegahan terhadap COVID-19, tidak perlu selalu dikonsumsi dan hanya 2-3 tablet. Begitu pula untuk penyembuhan. Semoga ikhtiar kita untuk membuat rakyat kita sehat dan Indonesia terbebas dari pandemi ini segera terwujud," ungkapnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP